Assalamualaikum.wr.wb
Hallo, kembali lagi diblog yang masi sampai sekarang
tidak memiliki apa-apa. Bagi kalian yang masi belum kenal dengan saya
perkenalkan nama saya adalah Ahmad Rizal Maulana yang biasa dipanggil dengan
Ms, nah kan bingung kenapa jadi Ms ya disitu sebenarnya S nya adalah Subareng
jadi Maulana Subareng saya singkat saja menjadi Ms biar beda dengan yang lain
wkwkwk.
TANAMAN
OBAT TRADISIONAL YANG DAPAT MEMBANTU
MENAMBAH
NAFSU MAKAN PADA ANAK
I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Indonesia
merupakan negara agraris yang kaya akan kekayaan alam. Hal ini tentunya
didukung oleh iklim tropis yang dimiliki Indonesia sehingga memungkinkan
beraneka ragam tumbuhan hidup dan berkembang. Sebagian dari tumbuh-tumbuhan
tersebut merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai
penyakit, tumbuhan tersebut biasa disebut sebagai tanaman obat. Faktor biotik
maupun abiotik akan menunjang keberlangsungan hidup dari tanaman tersebut.
Tanaman obat merupakan salah satu
tanaman yang sensitif terhadap lingkungan tumbuh. Lingkungan tumbuh yang tidak
sesuai akan mengurangi kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan tanaman obat
baik ripang, daun, maupun batangnya. Kandungan senyawa aktif yang ada pada
tanaman obat sensitif terhadap lingkungan tumbuhnya. Lingkungan tumbuh yang
dimaksud meliputi tanah, iklim maupun curah hujan.
Tanaman yang bermanfaat sebagai obat
sangat beragam, antara lain temulawak, sambiloto, lempuyang, kunyit, kumis
kucing, kapulaga, jahe, broto wali, iler, lavender, kemuning dan masih banyak
tanaman lain. Setiap tanaman obat memiliki kebutuhan lingkungan tumbuh yang
berbeda-beda.
1.2 Rumusan Masalah
a.
Tanaman apa saja yang dapat membantu untuk menambah nafsu makan?
b. Bagaimana cara pengolahan tanaman tersebut
sampai siap dikonsumsi untuk anak-anak?
c.
Anak usia berapa saja yang sering mengalami kekurangan nafsu makan?
1.3 Tujuan
Mengetahui tanaman tradisional apa saja
yang dapat menambah nafsu makan pada anak-anak dan juga cara pengolahannya agar
siap dikonsumsi.
II Pembahasan
Permasalahan keluarga dengan anak
usia prasekolah adalah dalam pengasuhan anak dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya, dan stadium perkembangan ini menimbulkan masalah pada anak
prasekolah seperti masalah dalam peningkatan pertumbuhan dan perkembangan,
serta masalah kesehatan optimal semasa prasekolah yaitu masalah tidur,
aktivitas dan nutrisi yang menimbulkan penurunan nafsu makan atau sulit makan
(Wong, 2009, hlm.505).
Keluarga dengan Anak usia
prasekolah adalah kelahiran anak pertama yang berumur 3 sampai 6 tahun.
Kehidupan keluarga pada tahap ini sangat sibuk dan anak sangat tergantung pada
orangtua, sehingga orangtua mempunyai peran untuk menstimulasi perkembangan
individual anak khususnya kemandirian anak dan masalah-masalah yang terjadi di
perkembangan anak pada fase ini (Susanto, 2012, hlm.72).
Nafsu
makan sering dikaitkan dengan status kesehatan seseorang. Kurang nafsu makan
bukanlah suatu penyakit, melainkan salah satu gejala dari beberapa penyakit.
Pada anak balita kurang nafsu makan, atau sama sekali tidak ada, dalam istilah
kedokteran disebut anorexia. Anorexia pada anak bisa diatasi dengan ramuan jamu
yang secara umum meningkatkan metabolisme tubuh anak. Ramuan tersebut juga
bermanfaat untuk menekan dan menghambat asam lambung, merangsang sekresi
makanan, merangsang enzimatis sehingga perut terasa kosong dan akan mengirim
sinyal ke otak yang akan menimbulkan rasa lapar sehingga muncul keinginan untuk
makan.
Selain
upaya yang sudah dilakukan tersebut, sebetulnya ada cara yang mudah dan murah
untuk bisa meningkatkan nafsu makan pada anak, yaitu dengan pemberian jamu
cekok. Penyakit gastrointestinal yang dikenal sebagai tidak nafsu makan dapat
diatasi dengan jamu cekok. Selain itu jamu cekok juga dipercaya mengatasi batuk
pilek pada anak (Limananti, 2003).
Ada
berbagai cara untuk meningkatkan nafsu makan pada balita mulai dari suasana
makan yang dibuat nyaman, variasi dan bentuk makanan yang dibuat semenarik
mungkin hingga penggunaan obat modern maupun obat tradisional. Obat tradisional
adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan
mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran bahan tersebut yang secara
turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Ada
beberapa contoh tanaman obat tradisional yang dapat meningkatkan nafsu makan,
yaitu temulawak, temu hitam, temu kunci, lengkuas dan kunyit. Tetapi untuk
cabai sendiri selain memiliki rasa yang pedes cabai juga dapat dimanfaatkan
sebagai penambah nafsu makan (https://sibungas69.blogspot.com/2020/03/ayam-geprek-rumahan.html).
Temulawak
(Curcuma xanthorrhiza Roxb.).
Temulawak merupakan terna tahunan yang tumbuh berumpun, berbatang basah yang
merupakan batang semu yang terdiri atas gabungan beberapa pangkal daun yang
terpadu. Tinggi tumbuhan temulawak sekitar 2 m. daun berbentuk memanjang sampai
lanset, panjang daun 50-55 cm dan lebarnya sekitar 15 cm, warna daun hijau tua
dengan garis coklat keunguan. Tiap tumbuhan mempunyai 2 helai daun. Tumbuhan
temulawak mempunyai ukuran rimpang yang besar dan bercabang-cabang. Rimpang
induk berbentuk bulat atau bulat telur dan disampingnya terbentuk 3-4 rimpang
cabang yang memanjang. Warna kulit rimpang coklat kemerahan atau kuning tua,
sedangkan warna daging rimpang kuning jingga atau jingga kecoklatan. Perbungaan
lateral yang keluar dari rimpangnya, dalam rangkaian bentuk bulir dengan
tangkai yang ramping. Bunga mempunyai daun pelindung yang banyak dan berukuran
besar, berbentuk bulat telur sungsang yang warnanya beraneka ragam
(Wijayakusuma 2007).
III Penutup
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan AMARA atau zat yng dapat
menambah nafsu makan sangatlah mudah didapatkan dan juga mudah dalam
pengolahannya.
3.2 Saran
Sebenarnya menggunakan
cabai sebagai penambah nafsu makan sangat tidak disarankan untuk anak-anak
karena ditakutkan kalau lambung nya belum siap untuk memakan makanan yang
pedas, tidak terkecuali untuk anak-anak yang sangat menyukai makanan pedes
karena sudah terbiasa.
DAFTAR PUSTAKA
Wijayakusuma, M. Hembing. (2007). Penyembuhan dengan TemulawakI. Jakarta: Sarana
Pustaka Prima.
Limananti & Triratnawati. 2003. Ramuan Jamu Cekok sebagai
peneyembuhan kurang nafsu makan pada anak: suatu kajian etnomedisin. Makara. Kesehatan. Vol. 1.
Susanto. (2012). Keperawatan
keluarga konsep teori, proses dan praktik keperawatan. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Wong, L., Wilson, D., Schwartz, P. 2009. Buku ajar Keperawatan Pediatrik edisi.6. Jakarta : EGC.
Sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih info ny
BalasHapusSangat bermanfaat informasinya
BalasHapusWaahh terimkasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusnice sekali
BalasHapus